Jakarta – Presiden PKS, Ahmad Syaikhu, mengakui adanya tawaran dari kubu Prabowo Subianto untuk mengajukan calon wakil gubernur (cawagub) dalam Pilkada Jakarta 2024. Meski demikian, PKS masih mempertimbangkan berbagai opsi yang ada.
"Ada tawaran dari Koalisi Indonesia Maju (KIM), dan kami sedang menganalisis dan mengkaji mana yang paling membawa maslahat," ujar Syaikhu di DPP PKS, Jakarta Selatan, pada Selasa (18/6).
Jika memutuskan mengambil tawaran ini, bacawagub dari PKS akan mendampingi Ridwan Kamil dari Golkar yang saat ini didorong oleh kubu Prabowo untuk bertarung sebagai bakal Calon Gubernur di Jakarta.
Sebelumnya, Dewan Pimpinan Wilayah PKS Jakarta telah mengusulkan Anies Baswedan untuk kembali maju dalam Pilgub DKI mendatang kepada DPP PKS. Meski demikian isyarat yang menguat, PKS sebagai pemenang pemilu legislatif di DPRD DKI Jakarta mensyaratkan kadernya untuk maju sebagai Cawagub.
PKS juga terus berkomunikasi dengan partai-partai lain untuk mendukung Anies Baswedan dalam Pilkada Jakarta. "Kami sedang menjalin komunikasi dengan partai lain untuk mengusung Pak Anies. Komunikasi ini belum mencapai kesepakatan final," tambahnya.
Anies sendiri telah resmi dideklarasikan oleh DPW PKB DKI Jakarta untuk maju dalam Pilgub Jakarta dan akan menjalani uji kelayakan di tingkat DPP. Anies juga berpeluang diusung oleh Nasdem.
Selain Anies, DPW NasDem Jakarta mengusulkan dua kader partainya, yaitu Ahmad Sahroni dan Wibi Andrino. Nasdem akan mengumumkan calon yang mereka usung paling lambat pada 31 Juli.
Saat ditanya tentang kemungkinan PDIP mendukung Anies, Syaikhu menegaskan bahwa PKS berharap mendapatkan kursi cawagub.
"Kami berharap Pak Anies mau memilih kader PKS sebagai cawagub. Itu harapan kami," katanya.
Dalam bursa calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, beberapa nama yang muncul antara lain Anies Baswedan, Ridwan Kamil, Ahmad Sahroni, dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
Pilkada 2024 akan digelar serentak di seluruh Indonesia, termasuk Jakarta, pada bulan November.
